JOGJA - Rumah produksi Visinema Pictures siap merilis film teranyar mereka pada 28 Desember mendatang berjudul 13 Bom di Jakarta karya sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebelum resmi tayang di bioskop reguler, film tersebut telah tayang terlebih dahulu di Jogjakarta dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) edisi Ke-18 sebagai closing film.
Film ini turut melibatkan segenap pemeran papan atas Indonesia sebagai penopang cerita mulai dari Rio Dewanto, Ganindra Bimo, Putri Ayudya, Chicco Kurniawan, Lutesha, Niken Anjani, Muhammad Khan hingga Ardhito Pramono dan Rukman Rosadi.
Dia berharap film "13 Bom di Jakarta" bisa dinikmati para penikmat film tak hanya di JAFF namun juga ajang lainnya. Terlebih bisa menginspirasi para filmmakers generasi baru bila di Indonesia mereka bisa membuat film tanpa batasan apapun.
Angga sendiri mengapresiasi antusiasme para penonton yang datang ke JAFF edisi Ke-18 tersebut, sambutan positif turut ditunjukkan oleh para penonton terbukti dari tiket penayangan film 13 Bom di Jakarta yang habis terjual di 5 studio pemutaran.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa JAFF merupakan salah satu festival film yang selalu dinantikannya setiap tahun.
"Sebagai filmmaker saya selalu menanti JAFF, Jogja kota yang hangat dengan festival yang juga menyenangkan," katanya, Sabtu (2/12).
Angga menambahkan, dalam proses shooting yang dilakukan, ia juga menggunakan senjata asli untuk menunjang performa para pemainnya agar bisa lebih masuk dan menjiwai karakternya secara mendalam.
Namun, meski menggunakan senjata asli, Angga juga memastikan bahwa standard keamanan yang diterapkan juga sangat tinggi, hal tersebut terbukti dengan dilibatkannya tim pendamping khusus pengoperasian senjata hingga para pemain yang mengikuti training penggunaan senjata tersebut.
"Keaman kru dan pemain tetap kami utamakan, disiplin SOP dilakukan sangat ketat," tegasnya.
Salah seorang pemain, Niken Anjani yang memerankan karakter Gita menyampaikan, banyak tantangan yang dihadapinya dalam proses persiapan dan produksi, apalagi 13 Bom di Jakarta merupakan film action pertamanya.
"Ini film action pertamaku, apalagi ada adegan pakai senjata api juga, itu pengalaman pertama," tuturnya.
Kendati demikian, Niken mengaku bersyukur dan terbantu karena Visinema selaku rumah produksi sangat memfasilitasi dan membantu para pemain sejak dalam proses persiapan hingga produksi.
"Kami difasilitasi ikut bootcampt dan persiapannya juga panjang untuk workshop senjata," lontarnya.
Salah satu penonton yang turut menyaksikan 13 Bom di Jakarta di JAFF Krisna Wardhana membeberkan, selama penayangan film tersebut ia sangat antusias dan terpaku dengan banyak aspek yang ditampilkan.
"Seru banget, sepanjang film tegang dan intens nontonnya," serunya.
Ia menambahkan, bahwa pada penayangan reguler filmnya 28 Desember mendatang Krisna juga telah menyiapkan diri dan akan menontonnya kembali.
"Nanti siap nonton lagi pas tayang reguler, bagus dan seru banget soalnya," tandasnya (iza).
Editor : Iwa Ikhwanudin