RADAR MALIOBORO - Budaya berkain memainkan peran penting dalam menghidupkan tradisi dan menjadi simbol identitas keragaman bangsa Indonesia.
Kain tradisional seperti batik, songket, ikat, dan tenun tidak hanya sekadar pakaian, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, sejarah, dan makna mendalam yang mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman etnis di Indonesia.
Pertama-tama, budaya berkain mencerminkan kekayaan warisan budaya nenek moyang yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Teknik pembuatan kain tradisional ini sering kali melibatkan proses yang rumit dan membutuhkan keterampilan tinggi, menunjukkan keahlian tradisional yang turun temurun.
Kedua, kain tradisional juga berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan cerita dan nilai-nilai budaya.
Motif dan corak pada kain sering kali memiliki makna simbolis yang dalam, mencerminkan keyakinan spiritual, nilai-nilai sosial, atau peristiwa sejarah penting bagi suatu komunitas atau suku.
Ketiga, penggunaan kain tradisional sebagai pakaian sehari-hari atau pakaian adat pada upacara adat dan perayaan turut memperkuat identitas etnis dan nasional.
Ini membantu melestarikan dan menghormati tradisi serta memperkokoh rasa kebersamaan dalam masyarakat.
Keempat, dalam konteks modern, budaya berkain juga mengalami transformasi menjadi simbol mode yang mampu menembus pasar global.
Hal ini tidak hanya mengangkat citra budaya Indonesia di kancah internasional tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para pengrajin dan perajin kain tradisional.
Melalui Pekan Exposure yang diadakan Mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UGM, Seorang batik stylist yang kebetulan menjadi narasumber pada hari itu (21 Juli 2024), yaitu Dilla Kudil, menyampaikan bagaimana bergemasisasi melalui budaya berkain menekankan bahwa memakai kain tidak hanya identik dengan busana perempuan, namun laki-laki juga dapat menggunakannya, disamping sebagai pakaian, kain batik juga sebagai symbol tradisi yang diwariskan oleh leluhur yang sudah sepatutnya dijaga secara bersama-sama, terlebih kaum muda yang nantinya akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik
Dengan demikian, budaya berkain tidak hanya sekadar benda mati atau barang konsumsi, tetapi juga merupakan cerminan yang hidup dari kekayaan budaya dan identitas bangsa Indonesia yang beragam.
Melalui penggunaan dan pelestariannya, generasi muda dapat terus menghidupkan tradisi serta memperkuat rasa kebanggaan akan warisan budaya yang dimiliki.
(Writer: Rumyanah Irvadia)
(Sumber: Event Exposure Metropolis FEB UGM)
Editor : Iwa Ikhwanudin