RADAR MALIOBORO – Anggur Muscat, yang sempat menjadi perbincangan hangat di platform TikTok karena harganya yang tergolong mahal dan berasal dari luar negeri, kini mulai dijual dengan harga sangat murah di beberapa supermarket Indonesia, berkisar Rp 27.000 hingga Rp 29.000 per kilogram.
Penurunan harga yang drastis ini menimbulkan kecurigaan, sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mulai melakukan investigasi terhadap buah tersebut.
Hasil penelitian BPOM mengejutkan, karena anggur Muscat yang diimpor tersebut diduga mengandung bahan kimia berbahaya yang melebihi ambang batas aman.
Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) mengeluarkan peringatan mengenai anggur jenis “Shine Muscat” yang ditemukan mengandung residu kimia yang melebihi batas aman.
Laporan dari Bangkok Post (25/10/2024) menyebutkan bahwa Thai-PAN bekerja sama dengan Dewan Konsumen Thailand (TCC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand telah melakukan pengujian laboratorium terhadap anggur tersebut pada (24/10/2024).
Dari 22 sampel anggur yang diuji, 14 di antaranya terdeteksi mengandung residu kimia berbahaya dengan kadar yang melebihi standar keamanan, yaitu 0,01 mg/kg.
Selain itu, ditemukan lebih dari 50 jenis residu pestisida yang berbeda, termasuk senyawa-senyawa seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil, yang belum diatur oleh peraturan keamanan di Thailand.
Koordinator Thai-PAN, Prokchon Usap, menjelaskan bahwa Dewan Konsumen Thailand telah mengumpulkan 24 sampel anggur Muscat dari berbagai supermarket dan toko daring.
Dari hasil pengujian, 23 dari 24 sampel mengandung pestisida di atas ambang batas yang diperbolehkan.
Sebagian besar sampel tersebut diketahui berasal dari China, namun beberapa di antaranya tidak diketahui asalnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi konsumen, terutama di Indonesia, untuk lebih waspada terhadap buah impor yang dijual dengan harga murah.
BPOM diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini dan memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. (Yohana Britney Lifetoranisa Gowasa)