RADAR MALIOBORO - Anda mungkin penasaran apakah aman untuk mencampur octane booster dengan bensin guna meningkatkan angka oktan.
Octane booster adalah produk after market yang dirancang untuk meningkatkan angka oktan bensin dengan cara dicampurkan ke dalam bensin.
Namun, keamanan pencampuran ini bergantung pada jenis octane booster yang digunakan dan komposisi kimianya.
Beberapa octane booster bisa meningkatkan performa mesin, tetapi juga ada risiko terkait, seperti potensi keausan pada komponen mesin atau pencemaran lingkungan jika digunakan secara berlebihan.
Selalu penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan batasan yang disarankan oleh produsen untuk meminimalkan risiko dan memastikan penggunaan yang aman.
Tri Yuswidjajanto Zaenuri, seorang ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung menjelaskan, keamanan penggunaan cairan octane booster sangat bergantung pada senyawa kimia yang menyusunnya.
Menurut Pak Yus, keamanan tersebut tidak bisa dipastikan tanpa mengetahui komposisi kimia dari produk tersebut.
Menurut Pak Yus, octane booster yang berbasis logam, seperti Ferro dan Mangan, dapat menimbulkan risiko keausan pada cylinder liner dan memperpendek umur busi.
Selain itu, ada kemungkinan katup klep menjadi macet, yang dapat mengakibatkan tabrakan dengan piston dan menyebabkan kerusakan mesin yang serius, seperti piston berlubang, klep bengkok, atau setang piston yang bengkok.
Di sisi lain, octane booster berbasis non-logam, seperti yang terbuat dari N-Methylaniline (NMA), dianggap lebih aman dibandingkan yang berbahan dasar logam.
Namun, Pak Yus menambahkan bahwa terdapat kadar maksimum yang diperbolehkan untuk octane booster berbasis non-logam.
Jika digunakan secara berlebihan, produk ini dapat menyebabkan penumpukan kerak pembakaran pada kepala piston, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin.
Meski demikian, batas toleransi yang dapat diterima, kerak bekas pembakaran di kepala piston justru dapat meningkatkan kompresi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan performa mesin.
Menurutnya, octane booster berbasis organik yang mengandung MTBE (Methyl Tert-Butyl Ether) memiliki kelemahan tersendiri.
MTBE bersifat higroskopis, yang berarti menarik kelembaban dari udara, sehingga kadar air dalam tangki bensin dapat meningkat seiring waktu.
Jika terjadi kebocoran pada tangki BBM, MTBE bisa terlarut dalam air, mencemari air tanah, dan bersifat karsinogenik jika air tersebut dikonsumsi manusia.
Untuk memastikan keamanan, Anda bisa menjadwalkan pencampuran octane booster dan sesekali menggantinya dengan penggunaan BBM oktan tinggi.
Editor : Winda Atika Ira Puspita