RADAR MALIOBORO – Pengamat pendidikan Totok Amin Soefijanto mendukung dan mengapresiasi penuh presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan mengkaji ulang biaya kuliah tunggal (UKT) yang dikeluhkan karena terlalu mahal bagi mahasiswa baru.
Selain UKT, Toto juga mendukung komitmen Prabowo yang akan membuat biaya pendidikan jauh lebih murah, terutama bagi siswa atau mahasiswa kalangan menengah ke bawah.
Baca Juga: Pengumuman “Asia Fan Meeting Tour” 2024 Kim Ji Won Telah Keluar, Jakarta Kebagian Bulan Agustus
“Semoga Pak Prabowo menepati janjinya, lebih baik lagi kalau digratiskan untuk pelajar dari keluarga menengah ke bawah,” kata Totok Amin Soefijanto, Rabu (29 Mei 2024).
Menurut dosen Universitas Paramadina, bangsa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak sarjana ke depan, apalagi angka partisipasi Pendidikan tinggi saat ini hanya 30 persen.
Oleh karena itu, Totok mengatakan negara terus membutuhkan peningkatan terus-menerus di bidang pendidikan dan janji Prabowo untuk menurunkan atau menggratiskan UKT patut diapresiasi.
Baca Juga: Ini Dia Aturan dan Larangan Tak Biasa yang Ada Di Dalam Serial Drama “The 8 Show”
“Kita butuh lebih banyak sarjana dan kita perlu meningkatkan angka partisipasi Pendidikan tinggi yang saat ini hanya sekitar 30%.
Syukur kalau bisa 50% dalam 2-3 tahun ke depan,” ujarnya.
Kehadiran Prabowo di tengah gejolak UKT menjadi harapan besar bagi calon mahasiswa baru di tanah air. Apalagi, Prabowo diyakini memiliki komitmen dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Baca Juga: Drama Survival Komedi Kelam, “The 8 Show” Telah Menyita Perhatian Penonton, Berikut Sinopsisnya
Meski diwacanakan isu kenaikan UKT akan terjadi tahun depan, yang artinya di bawah kepemimpinan Prabowo bersama Gibran Rakabuming Raka, Totok berharap Prabowo-Gibran tidak membebani masyarakat di sektor Pendidikan ini dengan cara meringankan bahkan gratis UKT di PTN.
“Kalau pemerintah tidak ingin membebani rakyat, lebih baik UKT diturunkan, atau bahkan digratiskan,'' jelasnya.
Totok juga menyarankan agar pemerintahan baru nanti dapat memperbaiki politik anggaran di sektor pendidikan, karena mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tugas negara dalam hal ini pemerintah, dan sudah diatur dalam konstitusi.
“Memperbaiki politik anggara kita untuk sektor pendidikan agar tidak anomali. tentu saja termasuk hak dan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Totok menyampaikan, pendidikan tidak hanya dinikmati bagi mereka yang mampu saja, melainkan merata agar mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia menjadi berkualitas dan memiliki kompetensi untuk memajukan bangsa.
“Jangan sampai hanya anak dari keluarga kaya saja yang bisa kuliah. Buka kesempatan juga untuk kuliah biat siapa saja, agar Indonesia memiliki manusia berkualitas dan kompeten untuk bekerja memajukan bangsanya,” pungkas Totok.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengutarakan pendapatnya terkait maraknya polemik uang kuliah tunggal (UKT) yang naik di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di tanah air.
Ketua Umum Gerindra itu menyatakan bertekad meringankan UKT PTN. Prabowo mengatakan, dirinya akan bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut pada kepemimpinannya yang akan datang.
“Apalagi di Universitas tinggi negeri yang dibangun dengan uang rakyat (uang APBN) harus jangan tinggi, kalau bisa sangat minim atau gratis. Ini kita harus hitung dan bekerja keras untuk itu,” kata Prabowo.
Di masa kepemimpinannya mendatang, Prabowo mengaku akan berusaha meningkatkan perbaikan Pendidikan Indonesia.
Salah satu upayanya adalah dengan menggiatkan hilirisasi guna untuk menambah penghasilan negara.
“Tentunya kita harus hilirisasi untuk kita dapat nilai tambah dan perbaiki pendidikan kita,” ungkapnya. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin