RADAR MAGELANG - Cleansing oil telah menjadi produk populer karena kemampuannya membersihkan wajah tanpa membuat kulit kering. Namun, jika penggunaannya salah, pori-pori bisa tersumbat dan menimbulkan masalah kulit. Agar hal ini tidak terjadi, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
1. Pemilihan Berdasarkan Jenis Kulit
Cleansing oil perlu dipilih sesuai jenis kulit. Produk berbahan ringan seperti grapeseed oil dianjurkan untuk kulit berminyak, sementara kulit kering lebih cocok dengan minyak zaitun atau almond.
2. Produk Harus Digunakan Dengan Tangan Kering
Produk harus diaplikasikan pada tangan dan wajah yang kering agar dapat bekerja maksimal. Penggunaan pada tangan basah dapat mengurangi efektivitas dan membuat residu tertinggal di pori-pori.
3. Pijat Wajah dengan Lembut
Teknik pijat lembut dengan gerakan melingkar selama 1-2 menit akan membantu membersihkan pori-pori. Pijatan terlalu keras sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko iritasi.
4. Bilas dengan Air Hangat
Air hangat harus digunakan untuk membilas cleansing oil, karena dapat melarutkan minyak lebih efektif. Penggunaan air panas harus dihindari karena dapat membuat kulit terlalu kering.
5. Lanjutkan dengan Pembersih Berbasis Air
Setelah penggunaan cleansing oil, pembersih berbasis air dianjurkan untuk memastikan tidak ada residu minyak yang tersisa dan pori-pori benar-benar bersih.
6. Gunakan Secukupnya
Cleansing oil cukup digunakan dalam jumlah kecil. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit terlalu berminyak, berisiko menyumbat pori-pori.
7. Jangan Biarkan Terlalu Lama
Cleansing oil sebaiknya dibilas setelah 1-2 menit. Dibiarkan terlalu lama bisa membuat minyak teroksidasi, menyebabkan iritasi atau penyumbatan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, cleansing oil bisa digunakan secara aman tanpa menimbulkan masalah pada pori-pori. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin