RADAR MALIOBORO - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 70 miliar untuk membangun lapak baru bagi pedagang Teras Malioboro 2.
Pembangunan ini direncanakan dilakukan di dua lokasi berbeda sebagai bagian dari upaya relokasi pedagang guna menciptakan kawasan Malioboro yang lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan dan masyarakat.
Kedua lokasi yang disiapkan berada di area Ketandan, tepatnya di belakang Toko Ramayana, dan di belakang Teras Malioboro 1.
Total luas lahan yang digunakan mencapai sekitar 8.000 meter per segi.
Wisnu menjelaskan, masing-masing gedung, baik yang di belakang Ramayana atau dekat Teras Malioboro 1, nantinya dibuat tiga lantai dengan anggaran mencapai Rp 70 miliar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan, mengatakan bahwa proses pembangunan telah dimulai.
“Sekarang prosesnya sudah tahap konstruksi dan juga ada tahap pembangunan oleh pihak ketiga sesuai hasil lelang,” ujarnya, Kamis (11/7/2024).
Pembangunan direncanakan selesai dalam waktu enam bulan.
Selain ruang untuk pedagang, area ini juga akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau dan fasilitas pendukung lainnya.
Desain gedung disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Gedung di Jalan Ketandan akan mengadopsi konsep bangunan Chinese, sementara yang dekat Teras Malioboro 1 akan mengusung konsep bangunan Indische.
Sementara itu, lokasi yang saat ini ditempati pedagang Teras Malioboro 2 di utara gedung dewan akan difungsikan sebagai Jogja Planning Gallery.
Wisnu menambahkan bahwa pembagian lapak akan diurus oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Kalau pembagian lapak itu dari Pemkot Jogja yang urus, kami hanya menyediakan lokasi dan gedung,” tutupnya.
Sebelumnya, kebijakan relokasi pedagang Teras Malioboro 2 sempat mendapat penolakan dari beberapa pedagang yang khawatir akan kehilangan pelanggan setia mereka. Namun, Pemprov DIY telah berkomunikasi dengan perwakilan pedagang untuk memastikan bahwa relokasi ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi semua pihak.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro telah mengalami berbagai perubahan signifikan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan menata ulang trotoar dan memperbaiki sistem drainase.
Relokasi pedagang ini diharapkan tidak hanya akan menata kawasan Malioboro menjadi lebih baik, tetapi juga meningkatkan perekonomian pada pedagang melalui fasilitas yang lebih modern dan nyaman. Pemprov DIY berkomitmen untuk terus mendukung para pedagang agar dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih baik di lokasi yang baru.
Dengan anggaran yang cukup besar dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan proyek pembangunan lapak baru ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Pemprov DIY juga berencana untuk terus memantau perkembangan proyek ini agar dapat memastikan kualitas dan kelayakan lapak yang dibangun. (Adawiya Durrotul Hikma)
Editor : Iwa Ikhwanudin