Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tumurun Private Museum: Destinasi Wisata Gratis dengan Koleksi Modern yang Wajib Dikunjungi Ketika Berwisata ke Solo

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 18:12 WIB
Tumurun Private Museum.
Tumurun Private Museum.

RADAR MALIOBORO - Di tengah dinamika Kota Solo yang kaya akan sejarah dan budaya, terdapat Tumurun Private Museum, sebuah ruang seni yang menjadi destinasi wajib bagi pecinta seni dan budaya.

Terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No 2, Solo, museum ini menggabungkan keindahan arsitektur modern dengan koleksi seni kontemporer.

Tumurun Private Museum merupakan museum pribadi yang didirikan pada 2018 oleh keluarga Lukminto, pemilik grup Sritex yang terkenal.

Pada awal didirikan, museum ini terbatas hanya untuk keluarga dan kerabat saja, namun sejak April 2018 lalu, museum ini dibuka untuk publik dengan reservasi terlebih dahulu.

Nama "Tumurun" berasal dari kata "turun temurun," yang menggambarkan pewarisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Museum ini berfungsi sebagai cermin bagi kekayaan warisan budaya dan seni Indonesia, bertujuan untuk mengembangkan pendidikan seni di Solo dan sekitarnya.

Selain itu, museum ini menciptakan dialog antara seni lokal dan internasional serta menjembatani kesenjangan antar generasi.

Museum Tumurun mengadakan pameran tematik dua kali dalam setahun, yang menampilkan karya-karya seniman dari berbagai belahan dunia.

Pameran ini dirancang untuk menjaga museum tetap dinamis dan inovatif, menawarkan perspektif baru dalam komunitas seni dan memberikan platform bagi seniman dan pengunjung untuk mengeksplorasi dunia seni lebih dalam.

Dengan adaptasi terhadap perubahan zaman, Museum Tumurun bertujuan menjadi jendela pengetahuan bagi siapa saja yang tertarik memperluas wawasan mereka tentang seni.

Tumurun Museum menampilkan berbagai koleksi seni kontemporer dari dalam dan luar negeri.

Koleksi ini mencakup karya seni dari seniman terkenal seperti Noberto Roldan, Wedhar Riyadi, Handiwirman Saputra, Heri Dono, Eko Nugroho, Eddy Susanto, Eddie Hara, dan Entang Wiharso.

Museum ini juga menyimpan koleksi lukisan, patung, instalasi, hingga karya seni berbasis media baru yang semuanya dikurasi dengan cermat.

Salah satu karya ikonik yang ada di Tumurun Museum adalah "Floating Eyes" karya seniman Wedhar Riyadi.

Instalasi ini terkenal karena penggunaan polkadot yang khas dan memberikan pengalaman immersive yang unik bagi pengunjung.

Tumurun Museum tidak hanya sekadar ruang untuk memamerkan seni, tetapi juga sebagai tempat edukasi dan interaksi.

Museum ini sering mengadakan berbagai program seperti pameran, lokakarya, dan diskusi seni yang melibatkan seniman, kurator, dan akademisi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap seni kontemporer, serta menciptakan dialog yang lebih luas tentang seni dan budaya.

Selain koleksi seni, Tumurun Private Museum juga menarik perhatian karena arsitekturnya yang modern dan elegan.

Bangunan museum dirancang dengan konsep minimalis yang mengutamakan kesederhanaan dan fungsionalitas.

Interior museum dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan pencahayaan alami, memberikan suasana yang terang dan nyaman bagi pengunjung.

Ruang pameran yang luas dan terbuka memungkinkan pengunjung untuk menikmati setiap karya seni dengan leluasa.

Untuk mengunjungi museum ini, Anda tidak akan dikenakan biaya masuk.

Baca Juga: Curi Atensi Publik, Yusuf Dikec Menangkan Medali Silver dalam Olimpiade Paris 2024 tanpa Perlengkapan Menembak pada Umumnya

Namun, pengunjung harus membuat reservasi terlebih dahulu untuk bisa berkunjung.

Untuk melakukan reservasi, Anda perlu mengisi formulir online dengan mencantumkan nama, email, dan nomor telepon.

Setelah itu, tentukan tanggal dan waktu kunjungan yang Anda inginkan, serta jumlah dan nama-nama orang yang akan ikut dalam kunjungan tersebut.

Setelah mengisi formulir, Anda tinggal menunggu email konfirmasi dari pihak museum.

Alternatif lain untuk mengunjungi museum tanpa reservasi adalah dengan menghadiri acara Open House yang diadakan oleh museum.

Caranya, kunjungi situs resmi museum dan klik bagian Event.

Jika ada Open House dalam waktu dekat, klik Register Here dan pilih grup yang tersedia.

Biasanya, ada 10 grup yang mengunjungi museum dengan durasi sekitar 30 menit per grup.

Tumurun Museum adalah contoh nyata bagaimana seni bisa diakses oleh semua kalangan dan memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Dengan koleksi seni yang beragam, arsitektur yang memukau, dan program edukasi, museum ini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan seni, tetapi juga untuk belajar dan berinteraksi.

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Solo, Tumurun Private Museum adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. (Hasna Rafidah)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#seni #Wajib Dikunjungi #koleksi #modern #seniman #kota solo #gratis #Dinamika #wisata #pecinta seni #Sritex #destinasi wisata #budaya #keluarga Lukminto #tumurun private museum